Misteri Ka'bah Pusat Dunia

 On Aug 15, 2012  


Fakta UNIK plus - Misteri Ka'bah Pusat Bumi dan Dunia
Disebutkan dalam Al quran Surah Al Maidah ayat 97, yang artinya:
Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia”.
Allah juga berfirman dalam surat Assyuara ayat 7 yang artinya:
“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya (negeri-negeri di sekelilingnya).” 
Kata “Ummul Qura” ini dapat diartikan induk kota atau kota induk, yang berarti kota Mekah merupakan kota induk bagi kota-kota lain. Ini menunjukkan bahwasanya kota Mekah merupakan pusat bagi kota-kota lain di dunia, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Lebih dari itu, kata “ummu” (induk/ibu) mempunyai arti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah induk dari sebuah keturunan, maka Mekah juga merupakan induk bagi semua negeri lain.
Dalam surat Ar Rahman ayat 33 disebutkan, yang artinya:
“Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru/Aqthar langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan)”. 
Kata “aqthar” merupakan bentuk jamak dari kata “qutr” yang berarti diameter, dan kata ini mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Berdasarkan ayat ini dapat kita pahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu berarti bahwa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Astronot Amerika sekaligus orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, Neil Amstrong, telah membuktikan bahwa kota Mekah yang di sana Ka’bah terletak adalah pusat planet Bumi ini.
Para angkasawan/astronot dunia telah menemukan yang bahwa planet Bumi itu mengeluarkan satu radiasi, berita ini secara resmi mereka umumkan di Internet, namun sayang 21 hari kemudian website tersebut hilang dan seperti ada alasan tersembunyi di sebalik penghapusan laman web tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, dan tepatnya berasal dari Kaabah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir). Perkara ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap berlanjut tanpa ujung. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Kaabah di planet Bumi dengan Kaabah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, di mana apabila kita mengeluarkan kompas di kawasan tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali kerana daya tarikan yang sama besar antara kedua kutub .
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita dicas oleh suatu tenaga misteri yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi ka’bah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya menyatakan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan bahkan dapat mengapung di atas air.
Pada sebuah mesium di Inggeris, terdapat tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak mesium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.” (Jami’ al-Tirmidzi al-Hajj)
“Hajar Aswad dari batu-batuan Syurga dan tidak ada suatu benda di bumi yang turunnya dari Syurga selain batu itu.” (HR. Thabrani)


Misteri Ka'bah Pusat Dunia 4.5 5 Adminzoo Go Aug 15, 2012 Misteri Ka'bah Pusat Bumi dan Dunia, Kata “Ummul Qura” ini dapat diartikan induk kota atau kota induk, yang berarti kota Mekah merupakan kota induk bagi kota-kota lain. Ini menunjukkan bahwasanya kota Mekah merupakan pusat bagi kota-kota lain di dunia, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata “ummu” (induk/ibu) mempunyai arti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah induk dari sebuah keturunan, maka Mekah juga merupakan induk bagi semua negeri lain. Dalam surat Ar Rahman ayat 33 disebutkan, yang artinya: “Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru/Aqthar langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan)”. Kata “aqthar” merupakan bentuk jamak dari kata “qutr” yang berarti diameter, dan kata ini mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter. Berdasarkan ayat ini dapat kita pahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu berarti bahwa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit. Astronot Amerika sekaligus orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, Neil Amstrong, telah membuktikan bahwa kota Mekah yang di sana Ka’bah terletak adalah pusat planet Bumi ini. Para angkasawan/astronot dunia telah menemukan yang bahwa planet Bumi itu mengeluarkan satu radiasi, berita ini secara resmi mereka umumkan di Internet, namun sayang 21 hari kemudian website tersebut hilang dan seperti ada alasan tersembunyi di sebalik penghapusan laman web tersebut. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, dan tepatnya berasal dari Kaabah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir). Perkara ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap berlanjut tanpa ujung. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Kaabah di planet Bumi dengan Kaabah di alam akhirat. Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, di mana apabila kita mengeluarkan kompas di kawasan tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali kerana daya tarikan yang sama besar antara kedua kutub . Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita dicas oleh suatu tenaga misteri yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi ka’bah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Penelitian lainnya menyatakan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan bahkan dapat mengapung di atas air. Pada sebuah mesium di Inggeris, terdapat tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak mesium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita. Disebutkan dalam Al quran Surah Al Maidah ayat 97, yang artinya: Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:  “Allah telah menjadikan Ka’bah...



No comments :

Post a Comment